Tontonan yang tidak beradab
Ketakutan, kecemasan, kegelisahan dan kekhawatiran terus membayangi untuk masa yang akan datang nanti dimana aku harus berperan sebagai orang tua yang mempunyai peran penting untuk mendidik dan memberi pembelajaran pada mereka.
Melihat dan menyaksikan setiap hari gempuran-gempuran budaya yang tidak seiring dengan ciri khas bangsa ini. dimana produk-produk media membentuk dan mengendalikan pendapat dan tingkah laku serta menentukan apa yang dapat diterima.
Seksualitas di pertontonkan secara vulgar, Maka, jangan kaget ketika berita-berita di media lokal banyak memunculkan kegetiran dari korban Anak-anak remaja misalnya, dipergoki hendak melakukan pesta seks. Bahkan di kota-kota besar, wujud pelampiasan hasrat mengatasnamakan seni dan hak asasi manusia.
sinetron makin gencarkan hedonisme dan konsumerisme, gaya hidup dan kesenangan semata yang mereka gempurkan, tidak ada lagi nilai moral positif, semua telah dibalik sesuatu yang kotor/jelek malah di bilang baik, mengalihkan kepribadian anak bangsa menjadi diri yang berbeda, namun dipermanis dengan kata-kata ‘mengikuti tren’.
Ditengah-tengah penurunan nilai moral dan agama harus ada upaya untuk menyiapkan anak-anakku nanti menjadi pribadi yang tangguh, yang berbeda. menyiapkan masa depan mereka pasti tidak akan mudah karena pendidikan formal pun sepertinya tidak akan tersentuh lagi.
Memang benar, sinetron2 kita banyak yang tak mendidik....
BalasHapusBtw, thx atas opininya soal verifikasi kata. Dan jawabannya ada pd posting terbaruku.
@dwisuka : bukan cuma sinetron aja sekarang, ikklan2 pun telah banyak berperan untuk penurunan nilai
BalasHapusDo you not use any Ads?
BalasHapuseyaampun. baru aja pulang UTS mata kuliah televisi trus di dashboard yang mejeng tulisan ginian. hihihihi jodoh amat
BalasHapus@Saior : ya, i do not
, Gimana UTS nya ?!
BalasHapus@Pungky :
Kayanya ini bukan masalah baru deh

BalasHapusCoba baca"Amusing Ourselves to Death" - Neil Postman untuk referensi
Tulisannya bagus dan mendalam tentang diskursus pada televisi
Televisi memang memiliki kecenderungan untuk mengurangi hal-hal substantif kok
Neil Postman bahkan menulis ini sebelum televisi memperlihatkan gajala-gajala tersebut
But, it's nice to see your critics for television anyway
Keep writing!
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.