Menggugat Takdir Tuhan
Perasaan hidup putus asa, Menjerit diantara hari – hari
Tak bisa di hindari
Menjulang diatas hal yang nyata
Menggugat takdir tuhan
Bertahan dengan kebodohan
Bertahan dengan kebingungan
Bertahan dengan kekacauan
Sesekali melihat kebelakang, Masa telah terjadi
Lepas, tapi tidak lolos, hilang tapi terkekang
Datang tanpa lewat kembali
Lemah, merubah jalan
Sedih , merubah jalan
Menembus batas kesadaran, Mengendalikan perasaan
Menggugat takdir Tuhan
Bertahan tanpa alasan
Bertahan tanpa kebimbangan
Bertahan tanpa berkorban
Pada malam nanti,
Bermimpi adalah abadi, Lewati hari, kembali, dan lagi
Sedikit cinta berbisik pada emosi, menyusup diantara palsunya realiti
Kejujuran yang terkontaminasi, berbakteri
hari akan kembali, kembali mendominasi
Ingin ku curi skenario Tuhan,
dan merebut surga
Tanpa kehilangan masa, tapi dengan makna, entah bagaimana
Hidup adalah perkara, Manusia berakhir dengan Do’a
melawan harapan, berkorban keinginan, alasan dari kebodohan
Mungkin dunia adalah sialan,
Kejam..
Suram..
Jika tidak ada benar dan salah
Jangan lagi mangkir,…..Puisi sedih harus berakhir….
Dvallen "Hati yang terpenjara"
21 maret 2011
nah akhirnya bisa comment juga.. betul boss dah bawaan templet nih... betul puisi sedih harus beraakhir... menanatap masa depan selalu lebih baik... have being friends always!
BalasHapusiya,... harus nya bisa langsung di klik ya lalu mengarah ke kotak komentar langsung,
BalasHapussemoga saja juga masa depan tidak hanya di tatap tapi di raih untuk mendapatkan hasil yang nyata.
oke punya sob ;)
BalasHapusini arahnya kemana?
BalasHapusClick to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.