-->

Dunia Maya

Konflik antara Hati dan Otak !

  • Home
  • About
  • Archive
    • Dropdown
    • Dropdown
    • Dropdown
    • Dropdown
  • Comments
Select Page
  • Recent Posts
  • Recent Comments
Searching...
Mei 21, 2010

Pendidikan untuk siapa ?!

Hidup pelajar di masa ini telah kehilangan daya moral yang disebabkan telah terhipnotis oleh kekaguman-kekaguman fisik yang merefleksikan hidup pragmatis dan hedonistis?


Apa yang di maksud dengan Pragmatis ?
PRAGMATISME

Pragmatisme adalah aliran pemikiran yang memandang bahwa benar tidaknya suatu ucapan, dalil, atau teori, semata-mata bergantung kepada berfaedah atau tidaknya ucapan, dalil, atau teori tersebut bagi manusia untuk bertindak dalam kehidupannya. Ide ini merupakan budaya dan tradisi berpikir Amerika khususnya dan Barat pada umumnya, yang lahir sebagai sebuah upaya intelektual untuk menjawab problem-problem yang terjadi pada awal abad ini. Pragmatisme mulai dirintis di Amerika oleh Charles S. Peirce (1839-1942), yang kemudian dikembangkan oleh William James (1842-1910) dan John Dewey (1859-1952).

Apa yang di maksud dengan Hedonistis ?
HEDONISME


Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup. Bagi para penganut paham ini, bersenang-senang, pesta-pora, dan pelesiran merupakan tujuan utama hidup, entah itu menyenangkan bagi orang lain atau tidak. Karena mereka beranggapan hidup ini hanya 1x, sehingga mereka merasa ingin menikmati hidup senikmat-nikmatnya. di dalam lingkungan penganut paham ini, hidup dijalanani dengan sebebas-bebasnya demi memenuhi hawa nafsu yang tanpa batas. Dari golongan penganut paham ini lah muncul Nudisme (gaya hidup bertelanjang). Pandangan mereka terangkum dalam pandangan Epikuris yang menyatakan,"Bergembiralah engkau hari ini, puaskanlah nafsumu, karena besok engkau akan mati."

Terperangkap oleh budaya - budaya luar yang tidak di cerna dengan baik karena di telan langsung secara mentah - mentah. sudah pasti beberapa orang akan berpikir kalau lembaga yang paling bertanggung jawab adalah lembaga yang bergerak di dalam dunia pendidikan, yang sudah kebanyakan orang juga ber opini bahwa pendidikan sekarang telah menjadi ajang bisnis semata dan tidak real untuk mendidik, membina, untuk berkemampuan dan berpengetahuan hingga memiliki kecerdasan intelektual maupun spiritual.

lembaga ini di tuding telah gagal menjalankan peran nya untuk menjalankan dan menghasilkan generasi bangsa sebagai penerus yang berkarakter. para pendidik atau pengajar mungkin bisa juga di salahkan karena kuantitas dan kualitasnya yang harus dipertanyakan kembali, apakah mereka mampu memberikan kesadaran kepada anak sekolah tentang kebenaran - kebenaran hidup, kebenaran sebagai manusia sebagai mahluk sosial ?!

Walaupun mendapatkan pendidikan tidak hanya di lingkungan sekolah saja, akan tetapi disinilah tempat bermulanya suatu pembelajaran yang dapat menghipnotis si anak dalam pembentukan Otaknya.

Dan kita juga tidak harus mengkambinghitamkan Guru sebagai pendidik, lembaga pendidikan/sekolah dengan kurikulumnya atau pun juga pemerintah yang mempunyai gudang kebijakan (dalam hal ini Pendidikan tentunya).

Tuntutan kreativitas kita sebagai masyarakat sekitar yang cukup berperan besar dalam melengkapi pembelajaran mereka sebagai generasi penerus.
Dvallen at Jumat, Mei 21, 2010

0 comments:

Posting Komentar

‹
›
Beranda
Lihat versi web
 
Back to top!
Toggle Footer
Blogger Template By : MKR | IVYthemes.com